Asah Kekuatan Kaki Kanan, Dybala Belajar dari CR7

Asah Kekuatan Kaki Kanan, Dybala Belajar dari CR7

Bukan hanya saat bermain, bomber muda asal Argentina ini juga mengaku lebih sering mengandalkan tangan kanannya saat beraktifitas sehari-hari seperti menggosok gigi. Mengandalkan satu kaki saja di atas lapangan menurut Dybala bakal membuat pergerakannya mudah ditebak.

Asah Kekuatan Kaki Kanan, Dybala Belajar dari CR7

Penyerang muda Juventus, Paulo Dybala, benar-benar bertekad untuk berkembang menjadi pemain yang lebih baik lagi di masa mendatang. Bahkan lewat wawancara terbarunya, mantan pemain Palermo ini mengaku akan berusaha mengasah kekuatan kaki kanannya. Dalam usaha ini, Dyala mengaku akan belajar dari Pentolan Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

Sebagaimana diketahui, Dybala yang dikenal sebagai salah satu calon pemain terbaik dunia memang memiliki karakter bermain yang mirip dengan pemain terbaik dari Negaranya, Lionel Messi. Entah kebetulan atau bagaimana, yang jelas Dybala juga mengandalkan kaki kiri , sama seperti bintang besar Barcelona tersebut.

Hanya saja, mantan pemain Palermo tidak melihat kemampuan tersebut sebagai sebuah keistimewaan, karena menurutnya, jika seorang pemain hanya mengandalkan satu kaki saja di atas lapangan, maka pergerakannya akan mudah ditebak. Untuk alasan tersebutlah, Dybala bertekad mengasah kekuatan kaki kanannya, dan dia belajar dari sosok Cristiano Ronaldo yang mampu memaksimalkan kekuatan kaki kanan.

“Saya kidal, saya bahkan menyikat gigi dengan tangan kiri. Tapi sekarang saya coba menulis dengan kaki kanan. Saya bekerja seperti orang gila yang memiliki kepekaan lebih, saya juga melatih dengan mata saya. Saya juga mulai menghabiskan banyak waktu di gym, sejak di Italia saya belajar untuk mempertahankan bola,”

“Cristiano Ronaldo telah mencetak 360 gol, itu terjadi karena dia memiliki kaki kanan dan juga kiri yang sama kuatnya. Hanya dengan satu kaki, Anda lebih mudah dijaga dan lawan juga mudah menebak Anda,” kata Dybala.

Dybala dan Ronaldo dipastikan akan bertemu pada partai final Liga champions Eropa di Cardiff City Stadium, Wales pada 4 Juni 2017 mendatang.

Musim Depan Kante akan Tampil Lebih Baik

Musim Depan Kante akan Tampil Lebih Baik

Hal tersebut dituturkan oleh salah seorang legenda Chelsea yang dianggap orang-orang sebagai penemu posisi Kante saat ini, dia tidak lain adalah Claudio Makelele. Legenda Prancis itu menolak posisi Kante sekarang disebut sebagai posisi Makelele.

Musim Depan Kante akan Tampil Lebih Baik

N’golo Kante, gelandang Internasional Prancis ini kembali menyabet penghargaan sebagai pemain terbaik Liga Primer Inggris setelah tampil ciamik bersama Chelsea, membantu klub memenangkan titel Liga. Musim depan, tentu akan lebih sulit bagi The BLues, namun mantan pemain Leicester City ini dianggap akan berkembang lebih baik.

Seperti diketahui, sosok berusia 25 tahun itu didatangkan Chelsea dari Leicester City pada bursa transfer musim panas kemarin. Musim lalu, Kante sendiri sudah tampil brilian, menjadi salah satu otak dibalik sukses mengejutkan The Foxes menjuarai Liga PRimer Inggris, maka tak heran jika dia kemudian direkrut Chelsea.

Selama ini, Kante selalu disebut sebagai Claudio Makelele Era modern, namun legenda Prancis itu sendiri tidak merasa demikian. Dia justru meminta kepada orang-orang untuk lebih menyajung Kante. Dan secara pribadi, makelele yakin penerusnya itu akan lebih baik lagi musim depan.

“Orang-orang membicarakan posisi Makelele, tapi saya sudah tua dan sudah saatnya semua orang menyebutnya posisi Kante. N’Golo pantas mendapatkannya. Beberapa pemain dimaksudkan untuk menjadi superstar, tapi beberapa pemain lainnya – seperti N’Golo dan saya sendiri – pasti senang membuat orang lain terlihat bagus,”

“Musim depan kita akan melihat ia menjadi lebih baik lagi karena ia akan mendapatkan tantangan dari Liga Champions. Ia juga merupakan bagian dari generasi fantastis pemain muda yang datang untuk Prancis, yang juga akan membuatnya berkembang,” Demikian ujar Makelele pada situs resmi The Blues.

Tinggalkan Athletic Bilbao, Ernesto Valverde Diyakini Akan Ke Barcelona

Tinggalkan Athletic Bilbao, Ernesto Valverde Diyakini Akan Ke Barcelona

Lewat akun twitter resminya, tim Basque memastikan kepergian manajer berusia 58 tahun itu, namun tidak dijelaskan, apakah Valverde selanjutnya akan menukangi Barcelona, hanya saja, indikasinya begitu kental, mengingat Raksasa Catalan bakal segera mengumumkan pelatih baru mereka.

Tinggalkan Athletic Bilbao, Ernesto Valverde Diyakini Akan Ke Barcelona

Pelatih asal Spanyol, Ernesto Valverde, semakin dipercaya akan menjadi suksesor luis Enrique di kursi pelatih Barcelona musim depan. Bagaimana tidak? Hanya beberapa hari berselang sebelum pertandingan final Copa Del Rey digelar, sang manajer memutuskan mundur dari jabatannya sebagai pelatih Athletic Bilbao.

Sebagai informasi, Valverde telah menjadi pelatih Athletic Bilbao sejak tahun 2013 silam, setelah sebelumnya sempat menjabat pada posisi yang sama selama tiga tahun, dari tahun 2002 sampai 2005. Namun kinerja Valverde pada periode keduanya dianggal lebih baik, dengan Bilbao yang mulai bisa bersaing di klasemen atas La liga.

Sayang, setelah sebelumnya sempat menuturkan komitmennya di San Mames, Valverde secara mengejutkan memutuskan mengundurkan diri dari jabatan sebagai manajer tim Basque. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak Athletic Bilbao lewat akun twitter resminya.

“Ernesto Valverde tidak akan melanjutkan pekerjaannya seabgai pelatih tim utama Athletic Club pada musim 2017/18,” tulis pernyataan resmi Athletic pada Selasa (23/5).

Pelatih berusia 58 tahun itu pernah memperkuat Barcelona saat masih menjadi pemain. Tepatnya pada periode 1988 hingga 1990. Pada rentang waktu tersebut ia sukses meraih gelar juara Copa del Rey, dan Piala Winner UEFA meski lebih sering menjadi pemain cadangan.

Sedangkan dalam karirnya sebagai pelatih, Valverde sempat menukangi Espanyol, Olympiacos, Villarreal dan Valencia. Jika memang benar dia adalah suksesor enrique, kuat kemungkinan Barcelona akan mengumumkan hal ini selepas partai final COpa Del rey dimana mereka akan berhadapan dengan Deportivo Alaves.

Ucapan Perpisahan Buffon Untuk Philipp Lahm

Ucapan Perpisahan Buffon Untuk Philipp Lahm

Lewat sebuah pesan video yang kemudian diunggah oleh akun twitter resmi bayern Munchen, sang kapten sekaligus Legenda Juventus tak ragu untuk mengatakan bahwa dirinya merasa terhormat karena pernah berhadapan dengan Seorang philipp Lahm, pemain yang penuh determinasi dan keadilan.

Ucapan Perpisahan Buffon Untuk Philipp Lahm

Philipp Lahm, bek sayap milik Bayern Munchen ini akhirnya menutup karirnya di dunia sepakbola usai berakhirnya kampanye musim 2016/17. Sebagai salah satu sosok pemain yang tidak memiliki haters, Lahm memang layak mendapat apresiasi, bahkan seorang Buffon juga mengucapkan salam perpisahan secara pribadi kepada pemenang piala dunia tersebut.

Lahm yang kini berusia 34 tahun menghabiskan sepanjang karirnya sebagai pemain sepakbola bersama Bayern Munchen, sejak memulai debut di level professional pada tahun 2003 silam. Sepanjang karirnya, sang kapten telah memenangkan banyak gelar, termasuk treble winner yang ditorehkan Bayern pada tahun 2013 silam.

Sedangkan di level tim Nasional, Lahm sudah pernah mencicipi trofi Piala Dunia yang diraih Timnas Jerman pada tahun 2014 di Brazil. Dengan catatan indah tersebut, Lahm mengakhiri karirnya pada level teratas, usai memenangkan gelar bundesliga ke-9 bersama dengan Bayern Munchen musim ini. Seremonial perpisahan dengan sang kapten telah dilakukan Die Roten di Allianz Arena akhir pekan kemarin.

Dan tak lama kemudian , pihak klub mengunggah pesan video singkat yang dikirimkan legenda hidup Juventus, Gianluigi Buffon lewat akun twitter, sebagai ungkapan salam perpisahan untuk Lahm.

“Teruntuk Philipp, saya mendengar bahwa setelah memenangkan setiap jenis trofi juara dalam karir Anda, Anda memutuskan untuk berhenti. Nah, yang ingin saya katakan adalah, bagi saya, sudah menjadi kehormatan besar untuk bermain melawan Anda karena setiap saat, Anda selalu penuh dengan determinasi dan sangat adil. Semoga sukses untuk masa depan Anda di sepakbola atau lapangan lain dalam hidup Anda. Ciao, ciao, Gigi!’ ” buka Buffon dalam videonya.

Zinedine Zidane Semringah Usai Antar Madrid Juara La Liga

Zinedine Zidane Semringah Usai Antar Madrid Juara La Liga

Dikatakan manajer asal Prancis bahwa kampanye la Liga musim ini adalah musim yang berat, banyak momen sulit yang harus dijalani para pemainnya sepanjang kompetisi sebelum akhirnya merebut predikat juara bertahan dari tangan Barcelona. Zidane pun tak ragu memberikan kredit tinggi kepada para pemain.

Zinedine Zidane Semringah Usai Antar Madrid Juara La Liga

Real Madrid akhirnya berhasil merengkuh trofi La Liga ke-33 dalam sejarah klub setelah finish dengan raihan poin terbanyak di klasemen akhir musim 2016/17 ini. Nah, terkait dengan kesuksesan tersebut, pelatih los Blancos, Zinedine Zidane mengaku begitu senang dan bangga atas pencapaian tim asuhannya.

Dalam laga pamungkasnya, Real Madrid berhadapan dengan Malaga di estadio La Rosaleda, dimana pertandingan tersebut sendiri berhasil dimenangkan Los Blancos dengan skor telak 0-3. Tripoin yang mereka raih pun kemudian berhasil mengunci titel La liga spanyol musim ini karena tidak lagi terkejar oleh rival terdekatnya, Barcelona.

Selepas penyerahan trofi juara, pelatih Zinedine Zidane kemudian mengaku senang, bangga dan semringah atas keberhasilan para pemainnya, karena sang manajer menganggap ini sebagai kerja keras mereka, melalui momen-momen berat di musim yang sulit.

“Saya sangat senang, 28 pertandingan dan di akhir kami ada di puncak, Memenangkannya dengan pertandingan ini sungguh luar biasa. Sangat penting memenangkan liga – sudah cukup lama kami tidak memenangkannya. Kami tahu liga adalah segalanya dan ketika Anda memenangkannya, ini sangat penting. Dan bagi Real Madrid, karena ini klub terbaik di dunia, kami harus kembali dengan titel liga ini. ”

“Liga Spanyol adalah yang tersulit dan paling indah menurut opini saya. Sepert biasa dalam semusim, kami bekerja dan berjuang hingga akhir, dan dengan skuat yang kami miliki, kami hanya harus berpikir tentang bekerja. Ini musim yang sulit, dengan momen-momen berat. Semua orang menderita, berjuang dan saya senang untuk semuanya. Mereka semua penting. Mereka semua sangat fantastis.” ujar Zidane seperti dikutip AS, setelah acara penyerahan trofi.

Untuk Selanjutnya, Real Madrid sendiri akan berhadapan dengan Juventus, pada final Liga Champions Eropa yang akan berlangsung di cardiff city stadium, Wales, 4 Juni mendatang.

Coleman Selamatkan Poin Everton

Seamus Coleman, Everton Vs Swansea City, Everton, Swansea city,  epl 2016, Premier league
Gol Seamus Coleman Sebelum babak kedua berakhir

Everton kembali lagi menjalani kompetisi liga Inggris, Premier League, dan pada pertandingan putaran ke 12, Everton menjamu Swansea City. Pertandingan tersebut diadakan tanggal 19 November 2016 lalu bertempat di Goodison Park Stadium dan hasilnya mengharuskan kedua tim untuk berbagi poin.

Di babak pertama kedua tim sama kuat atau bisa dibilang kedua kubu bermain aman. Tercatat baik tuan rumah dan sang tamu sama sama menguasai bola dan sama sama melakukan serangan dengan terorganisir. Everton cenderung menciptakan peluang melalui umpan panjang sedangkan Swansea lebih ke arah serangan balik mengunggu pertahanan tuan rumah lengah.

Everton sepertinya mengalami kesulitan untuk menembus pertahanan lawan dan demikan sebaliknya sampai menjelang babak pertama berakhir. Sayangnya di menit ke 41, Phil Jagielka secara jelas memegangi pemain lawan untuk menghenttkannya saat berebut bola dikotak pinalti. Akhirnya Everton mendapatkan hukuman penalti.

Gylfi Sigurdsson dipercaya timnya sebagai eksekutor tendangan penalti dan mengirimkannya ke pojok kanan atas. Sayangnya kali ini Stekelenburg gagal menghentikan bola melalui tendangan penalit padahal beberapa waktu lalu Ia sempat dua kali menggagalkan penalti dari pemain Manchester City. Skor menjadi 0-1 hingga babak pertama selesai.

Setelah peluit babak kedua dimulai, sepertinya Everton menjadi agresif dalam hal penguasaan serangan demi menyamakan kedudukan. Namun walaupun berhasil menguasai bola, mereka kesulitan menggetarkan gawang Swansea. Sampai akhirnya sang pelatih Everton, Ronald Koeman, coba memasukkan Deulofeu untuk menggantikan Lennon di menit ke 66dan juga memberikan penyegaran di lini depan. Dan benar saja Everton semakin mendominasi pertandingan.

Koeman akhirnya juga mengganti Jagielka dengan Valencia dimenit ke 83. Bermain dengan lebih banyak penyerang, Everton berhasil meruntuhkan pertahanan Swansea hingga akhirnya Swansea mulai kewalahan dengan serangan penuh Everton.

Dan akhirnya strategi Koeman berhasil. Di menit ke 89, terjadi pertarungan di kotak penalti Swansea dan dapat dimanfaatkan oleh Seamus Coleman untuk membenamkan bola ke gawang Fabianski. Kedudukan imbang 1-1.

Namun sayangnya saat injury time Everton belum bisa menggunakan waktu tersebut untuk dapat diubah menjadi sebuah gol sehingga sampai pertandingan berakhir skor masih sama 1-1.

Everton Lirik Depay Untuk Musim Ini

Memphis Depay, Manchester United, MU, Everton, Premier League, EPL 2016, ronald Koeman
Memphi Depay yang jarang dimainkan di MU

Saat ini Everton diberitakan sedang melirik pemain gelandang dari Manchester United, Bastian Schweinsteiger. Pemain asal Jerman Barat itu memang sedang sedang bergumul dengan krisis yang terjadi di tubuh setan merah karena sudah jarang merumput oleh pelatih barunya, Jose Mourninho. Hal tersebut dimanfaatkan oleh Everton untuk memperkuat lini tengahnya.

Selain itu, Everton juga akan mencoba untuk meminjam pemain lini depannya sekalian yaitu Memphis Depay. Rencananya tersebut akan dilangsungka sesegera mungkin dan sepertinya akan terjadi pada bursa transfer musim dingin nanti.

Pelatih Everton juga telah membenarkan kabar tersebut. Mereka memang sedang membidik pemain bernomor punggung tujuh itu ke dalam pasukannya apalagi Depay saat ini jarang dimanfaatkan oleh MU. Sepertinya sejak Mourinho masuk, Ia belum dapat dikategorikan sebagai pemain yang berkualitas untuk merumput bersama Setan merah.

Koeman akhirnya mengkonfirmasikan keada Fox Sport tentang kabar tersebut, Ia mengatakan. “Saya ingin memilikinya (Depay), Saya pikir ia adalah pemain yang menarik. Ia memiliki kualitas individu yang bagus. Ia hanya perlu mendapatkan menit bermain,”.

Sebenarnya Depay merupakan salah satu bintang sepak bola di negerinya. Bahkan pemain berusia 22 tahun itu menjadi top skorer bersama PSV Eindhoven. Di Liga Belanda, Eredivisie, Depay datang dari PSV ke MU dengan harapan besar. Namun Ia sepertinya datang di saat yang tak tepat. Ia datang di musim yang sulit bersama pelatih MU sebelumnya, Louis Van Gaal. Setelah diganti dengan Mourinho, Ia malah jarang dimainkan. Memang selama United dibawah dikomandoi oleh Mourinho, ada beberapa pemain yang bagus juga yang dicoret dari tim inti bahkan jarang dimainkan dalam Liga Inggris maupun Liga Champions.

Walaupun demikian, Ia sempat ditawar oleh klub Ligue 1, Liga Prancis yaitu Marseille namun Ia menolak tawaran tersebut. Hal ini dikarenakan ia memiliki keinginan untuk terus bertahan di Premier League dan membela klub Inggris lainnya.

Depay pun memang dikabarkan telah siap keluar dari daftar pemain setan merah untuk meyelamatkan karirnya.Tercatat winger Belanda itu hanya bermain tujuh kali di bawah asuhan Mourinho musim ini. Sang pelatih memang jarang untuk memasukkannya dalam pemain inti dan disebut sudah memberi izin pada sang pemain untuk pergi. Sepertinya memang sulit menaruh kepercayaan dengan Mourinho akan menjadi batu sandungan untuk karirnya.

Sebelum ke Everton, Depay Ingin Buktikan Ke MU

Memphis Depay, Manchester United, Pemain Belanda, World cup 2018 Premier League, EPl2016,  Everton
Memphis Depay On Bench

Berada diperingkat ketujuh klasemen sementara, memperkuat keinginan Everton dalam memperbaiki formasi dan mengatur ulang strateginya. Cara yang paling mudah adalah dengan mencari pemain baru yang  berkualitas untuk disuntikan ke barisan pemain meeka.

Saat ini mereka membidik pemain gelandang dari Manchester United, Bastian Schweinsteiger namun mereka juga ingin tertarik ingin memiliki pemain lainnya yang tidak digunakan oleh MU. Dan dia adalah Memphis Depay.

Dapay merupakan pemain garda depan yang masih muda. Usianya baru memasuki 22 tahun dikabarkan sulit untuk menjadi pemain utama karena dalam tubuh setan merah terdapat banyak bintang sepak bola yang menurut pelatihnya lebih layak digunakan saat ini.

Ia bergabung dengan MU dari musim panas 2015 lalu dengan nilai transfer sekitar 25 juta poundsterling. Sebagai balasannya, Ia berhasil mempersembahkan tujuh buah gol dari 45 penampilan. Cukup bagus, namun tidak untuk musim ini karena Ia hanya dimainkan 20 menit saja sampai saat ini.

Memang saat ditanya tentang kabar pindahnya Ia ke Everton dalam waktu dekat, Depay tak menyangkalnya. Bahkan Ia diyakini telah meminta bantuan para agennya mencarikan klub baru untuknya namun ia juga masih tetap ingin melanjutkan karirnya di Liga Inggris. Dan kabarnya Everton merupakan pilihan yang tepat untuk karirnya.

Hal itu dikarenakan Ia akan lebih mudah menyerap ilmu pelatihnya yang sudah menjadi legenda sepak bola, Ronald Koeman. Selain itu Ia dan Koeman juga berasal dari negara yang sama yaitu Belanda, tentunya akan menjadi pilihan yang tepat untuk mengatasi minimnya jam terbangnya sejak kedatangan pelatih baru MU.

Apalagi jika gaji yang diminta oleh sang pemain per tahun adalah 5 juta pounds, maka sepertinya takkan jadi masalah bagi Everton, yang kini disokong oleh pengusaha kaya raya Farhad Moshiri.

Namun Saat di tanya tentang kepindahannya oleh Goal International, Ia mengatakan ‘Saya tidak tahu, kita akan lihat nanti,”

Memang terakhir Depay menunjukan aksinya pada saat Ia berhasil membawa tim nasionalnya memenangkan babak kualifikasi World cup 2018 dengan skor  3-1 atas Luksemburg di mana ia telah menhadirkan dua buah gol.

Agaknya Ia masih memiliki sedikit harapan dengan timnya setelah keberhasilannya membuat brace dalam laga Internasional, sehingga saat Ia pulang nanti Depay masih mau memberikan bukti kebolehannya ke Jose Mourinho sebelum pergi ke Everton dan berharap ini bahan pertimbangan Mourinho untuk memainkannya lagi.

“Saya fokus di United, saya akan melakukan yang terbaik untuk mendapat menit bermain. Saya akan kembali ke United dengan perasaan yang baik, karena saya mendapat menit bermain di timnas dan kami menang, itulah yang terpenting.”

Rooney Kembali ke Everton?

Wayne Rooney, Everton, Manchester Uniter, premier league, epl 2016, Ronald Koeman
Wayne Rooney Muda

Ronald Koeman selaku pelatih Everton mengatakan bahwa dirinya dengan senang hati membuka pintu untuk Wayne Rooney jika Ia ingin kembali ke klub yang pernah memperkenalkannya ke Liga Inggris untuk pertama kali.. Namun Koeman juga tak ingin berandai-andai tentang kemungkinan Rooney akan menjadi milik mereka lagi..

“Saya harus mengatakan bahwa dia adalah pemain hebat dan karirnya masih belum selesai sampai disini,” ungkap Koeman. “Bahkan, jika memang ada kemungkinan bahwa Rooney akan memilih untuk kembali ke Everton, maka saya akan menerimanya dan mengatakan ‘ya, silahkan datang’,”.

Memang kini masa depan Rooney bersama Manchester United belum ada kepastian yang jelas. Hal ini dikarenakan pelatih yang mengomandoi timnya sekarang yaitu Jose Mourinho, sudah jarang memasukkan Rooney kedalam tim apalagi menjadi pemain starter. Malah kabar terbaru menyebutkan bahwa manajemen merelakan kepergiannya.

Koeman melanjutkan “Saya tidak tahu yang terjadi di Manchester United seperti apa namun saya harus menghormatinya. Itu bukan urusan saya. Dia pemain yang sangat berpengalaman dan bisa memutuskan apa yang harus di pilih,”.

Sebelumnya Rooney juga sempat dikabarkan untuk pindah ke Amerika Serikat atau ke Tiongkok setelah pertandingan musim ini berakhir, namun ada juga yang mengatakan bahwa Rooney masih mampu menunjukan kemampuannya di Liga Inggris atau di liga top Eropa lainnya.

Kevin Sheedy selaku pelatih akademi Everton, juga sependapat dengan Koeman tentang kendala yang dialami oleh pemain yang berusia 31 tahun.

Ia mengatakan Kepada talkSPORT: “Saya kira itu akan bagus untuk Wayne sendiri.Ia jelas merupakan pemain kelas dunia dan kadang anda sedikit mengalami penurunan. Semua hal tidak berjalan bagus untuknya di Inggris dan Man Utd dan mungkin pindah ke Everton akan membuatnya hebat lagi.”

Selain kedua pelatih, pemain Everton sendiri pun juga setuju Jika Rooney memperkuat tim mereka. Salah satu pemain yang setuju adalah kapten mereka yaitu Phil Jagielka. Ia mengatakan “Ia adalah seorang Evertonian dan saya yakin fans akan menyukainya. Ia membangun jembatan yang bisa saja hancur sekian tahun yang lalu ketika ia masih muda dan saya akan katakan Anda hanya harus memperhatikannya,”.

Jagielka melanjutkan “Tentu saja kita masih mengetahui bahwa Rooney adalah pemain yang fantastis. Orang mudah menghakiminya tapi itulah yang dirasakan Wayne sepanjang kariernya. Mungkin sebuah awal di suatu tempat akan membantunya atau mungkin ia butuh satu laga lagi untuk kembali menjadi pahlawan. Ini sesuatu yang sulit,”.

Lukaku Masih Ada Karena Koeman

Romelu Lukaku, Ronald Koeman, Everton, Premier League, Epl 2016
Romelu Lukaku dan Ronald Koeman

Tertinggal lima poin dengan puncak klaesmen sementara, Everton kini harus bertengger di posisi ke enam dalam ajang kompetisi Premier League minggu ini. Namun saat ini jika mereka salah langkah maka posisinya bisa merosot lagi mengingat posisi dibawahnya yaitu Mancester United memiliki selisih satu poin saja..

Untuk mengejar kertertinggalan poin dan menjauhi dari bayang bayang setan merah, ada beberapa strategi dilakukan oleh Ronald Koeman, sang pelatih dari Everton. Dan salah satunya adalah dengan memperpanjang kontrak dari pemainnya Romelu Lukaku.

Penyerang asal Belgia ini memang telah menunjukkan performanya dengan cukup baik,  salah satunya adalah Ia turut menymbangkan enam gol dari dalam tiga pertandingan yang dimainkannya.

Saat awal musim panas kemarin, Lukaku sempat dikabarkan akan meninggalkan teman temanna di Goodison Park dan akan kembali ke klub lamanya, Chelsea. Ia juga sempat dilirik oleh klub papan atas Italia Juventus dan AC Milan. Bahkan Ia Manchester united dan Bayern Munchen juga sempat tertari untuk memperebutkan dirinya.

Untunglah striker muda tersebut akhirnya mampu bertahan setelah sang pelatih berhasil membujuknya.

Saat konferensi pers menuju putaran ketiga Piala Liga melawan Norwich City, Koeman membeberkan bahwa Everton akan terus berusaha mempertahankan pemain andalan mereka di Goodison Park untuk jangka waktu yang lama.

“Klub ini selalu berusaha mempertahankan pemain terbaik. Ini sulit, tapi Everton berusaha mempertahankannya,” Ujar Koeman. “Rumelu, saya melihatnya sejak awal pramusim ketika ia kembali setelah Euro, ia sangat percaya diri untuk musim ini. Itu [kaitan dengan klub-klub lain] adalah bagian dari ambisi, itu normal. Bagus bagi pemain memiliki ambisi. Ini selalu dimulai dengan performa sendiri dan semua orang senang menjadi bagian Everton. Itu tidak begitu sulit.”

Lukaku juga mengatakan bahwa sang pelatih memiliki peran besar dalam menahan kepergiannya dari Goodison Park pada bursa transfer musim panas kemarin.

Saat diwawancarai oleh Sky Sport, Ia menjelaskan“Saya hampir saja pergi. Tetapi saya kemudian merefleksikan hal itu. Selama seminggu dalam pramusim, saya melihat cara manajer baru bekerja. Saya menyaksikan bagaimana dia melihat saya sebagai seorang pemain, Saya masih muda dan masih ada banyak aspek yang harus saya tingkatkan. Sejak hari pertama, saya yakin bahwa dia [Koeman] bisa menghadirkan pengaruh besar untuk masa depan saya,”.

Sebelum Di Everton, Lukaku pernah membela Chelsea dari 2011 namun Ia dipinjamkan ke West Brom selama setahun dan di pinjamkan lagi ke Everton selama setahun sebelum akhirnya Ia dibeli untuk menggantikan Roberto Martinez.